Rabu, 11 Maret 2015

Organisasi Kemasyarakatan ((Sistem Kelarasan)

OLEH Puti Reno Raudha Thaib
Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat
Sampai sekarang, masyarakat Minangkabau baik yang di ranah maupun yang di rantau tetap mengamalkan sistem adat yang dikenal dengan istilah Lareh Nan Duo. Yang dimaksud dengan Lareh Nan Duo adalah dua sistem kemasyarakatan atau sistem keorganisasian atau disebut juga sistem kelarasan, terdiri dari kelarasan (sistem) Koto Piliang dan kelarasan (sistem) Bodi Caniago. Kedua-dua kelarasan ini disebut sebagai Lareh Nan Bunta.

Di samping dua kalarasan itu ada satu lagi kelarasan yang disebut Lareh Nan Panjang. Di dalam adat disebutkan sebagai berikut;
Pisang sikalek-kaek utan
Pisang simbatu nan bagatah
Koto Piliang inyo bukan
Bodi Caniago inyo antah  
Lareh nan panjang ini disusun oleh Datuk Sakalap Dunie Nan Banego-nego selanjutnya dipimpin oleh Datuk Bandaro Kayo yang berkedudukan di Pariangan Padang Panjang. Sedangkan kelarasan Koto Piliang disusun oleh Datuk Katumanggungan dan selanjutnya dipimpin oleh Datuk.Bandaro Putiah berkedudukan di Sungai Tarab. Kelarasan Bodi Caniago disusun oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang dan selanjutnya dipimpin oleh Datuk Bandaro Kuniang di Limo Kaum.
Dalam penetrapannya di tengah masyarakat, ketiga sistem kelarasan ini satu sama lain saling melengkapi. Boleh jadi hal ini disebabkan hubungan antara Datuk Katumanggungan, Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Sikalap Dunie Na Banego-nego sebagai pendiri masing-masing kelarasan berasal dari dari satu ibu, Puti Indo Jalito. Sedangkan ayah Datuk Katumanggungan adalah Suri Maharajo Dirajo, ayah Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Sikalap Dunie Nan Baneg-nego adalah Cati Bilang Pandai. Di dalam adat ketiga tokoh ini disebut berasal dari paruik yang sama (saparuik)
Namun yang sering dipopulerkan hanyalah dua kelarasan saja; Koto Piliang dan Bodi Caniago. Mungkin hal ini disebabkan oleh perbedaan antara kedua kelarasan tersebut cukup signifikan, sedangkan kelarasan yang disusun oleh Datuk Sikapal Dunie Nan Banego-nego “ambiak maambiak” mana yang terbaik dari kelarasan Koto Piliang dan kelarasan Bodi Caniago.
Antara sistem kelarasan Koto Piliang dan sistem kelarasan Bodi Caniago masing-masing mempunyai persamaan dan perbedaan. Berikut ini diturunkan beberapa persamaan antara masing-masing sistem tersebut.

Persamaannya;  (a) ketiga sistem tersebut sama-sama mamakai sistem matrilieal (saparuik) Mungkin hal ini disebabkan pula oleh asal muasal keturunanya yang berasal dari satu ibu itu tadi; (b) Samo samalu. Di dalam mamangan adat sering diucapkan; malu urang Koto Piliang, malu urang Caniago; (c) Sama mempunyai pimpinan (Pamuncak atau Pucuak Bulek; (d) Gala adat/pangulu diturunkan kepada kamanakan; (e) Sama-sama mempunyai wilayah dan sistem peradatan sendiri-sendiri. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kristenisasi di Ranah Minang

Foto: Kompasiana Pemeluk   Kristen sudah masuk ke Minang-kabau sejak Plakat Panjang ditandatangani tahun 1833 silam. Beratus tahun berlalu, ...